Monday, 12 August 2013

Jika Kau Mahu Berniqab ="D

Jika kau mahu berniqab... Berniqab bukanlah kerana trend terkini.. Berniqab bukan untuk menunjuk diri alim.. Berniqab bukan untuk merendah-rendahkan yg lain.. Berniqab bukan utk perlekehkan sesama Muslimin Muslimat.. Jadi sebelum kau mulakan niqab di wajah, Niqabkan hatimu dulu, Niqabkan jiwamu dulu, Niqabkan lidahmu dulu, Niqabkan langkahmu dulu... Kerana yg terselindung belum tentu terus berlindung. Yang terbuka belum tentu buka terus.. Berilmu lah sebelum kau beramal wahai sahabat... Kan silih berganti dugaan dan ujian dari Allah swt. menguji sekuat mana cintanya niqabis itu dlm dirinya krn Allah swt.. Usahlah melatah bila difitnah, krn mmg kau melindung dari fitnah.. Maka fitnah itu pasti berlegar diluar lingkungan niqab mu.. Pabila ada kesempatan, yg lemah pasti fitnah itu menerjah kedalam.. Usahlah kau mendongak wajah ke langit.. Belum tentu yg berniqab itu beriman.. Kerana itu kukatakan, niqabkan dirimu, sebelum kau niqabkan wajahmu.. Istiqamah bukan hanya sekadar kata.. Istiqamah ini bkn hya ayat cantik utk ditaip di facebook,twitter,myspace,ym dan skype.. Tetapi ia perlulah dari jiwa yg tulus mulus demi Allah swt.. Maka kau niqabkan setiap kata-katamu.. Jangan perlekehkan nilai niqab, kerana dibalik tirai suara-suara itu.. berhimpun manusia menunggu jelek kan kita.. Yang berniqab bercinta, tapi tiada tuju hala - ku berani katakan BERSEPAH DI ALAM MAYA! Yang berniqab mulutnya ibarat tempayan - ku berani katakan KATA JIHAD TAPI MENGUMPAT! Yang berniqab akalnya disimpan - kuberani nyatakan STATUS HARIAN JADI SARANG KEBENCIAN! Yang membuka aurat, dah terang taknak berundur mendengar perintah Allah.. Jangan lah yg memberati aurat ini mencemar niqabis itu sndr.. Jari menari di papan kekunci katakan CINTA ALLAH,CINTA RASUL.. Yakinkah anda? Jangan berkata tetapi hakikatnya berpeluk tubuh... Terlalu sarat dgn kata nista.. Kau berdusta!! Jadi gadis berniqab, jagalah namamu,jagalah namaku,jagalah namanya dan jagalah nama mereka.. Niqab bukan fesyen terbaru! Niqab bukan pelindung maksiat! Niqab bukan barang pemangkin ikhtilat! Niqab bukan utk dipersendakan... Berilmulah sebelum beramal.. Kerana yg menderita adalah mrk yg bjuang bhabis-habisan.. ~> BERNIQABLAH KRN ANDA SUDAH BERSEDIA,BUKAN UTK MENUNJUK-NUNJUK ANDA HEBAT. KERANA ITU BELUM MENUNJUKKAN ANDA SUDAH BERSEDIA, BAHKAN SBNRNYA MASIH TIMBUL RASA CINTAKAN DUNIA, CINTAKAN PUJIAN MANUSIA <~

Selamat Hari Raya !! ="D

Wednesday, 17 July 2013

KENAPA KENAPA KENAPA ?

KENAPA KENAPA KENAPA ? Kite Mengeluh , dan kalau bole nak marah kalau kite xdpt sesuatu yg kite nakkkk !!!! Rase dunia xadil , semuanye xadil !!!! Org lain nk dapat , aku nk xdpt ... Huh ! Sedihh gile arr ... Rse sedih+nangis+bengang je ... WOI MAKHLUK YG XRETI BERSYUKUR !!!! Allah xbagi yg kite nak Allah bagi yg kite Perlu !!! Kalau Allah bagi sekalipon Benda yg kau nakk , pstu kau xhargai mcm mne? Kadang2 Benda yg kau perlu pon kau x bersyukur , inikan pulak nafsu kau yg nakkk ... Allah nak bagi syurga kau mintak neraka ? Hey malu lah sikit nafsu , KAU tu Allah yg cipta , xyh nak taiko sgt lha ... Syukur jela Ape yg Allah Kasi sbb kau tu xde hak ape2 kt Dunia ni .... Ikhlas Dari Hati Untuk Nafsu yang nakal >_< (pesan pade nafsu sendiri)

(HR. Al Bukhari) =)

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda, “Yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al Bukhari) Padahal para sahabat Rasulullah adalah sebaik-baik generasi yang pernah ada di muka bumi ini, akan tetapi ternyata masih ada yang terbaik diantara mereka, yakni orang2 yg mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.. Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pernah bersabda, “Perumpamaan seorang Mukmin yang rajin membaca Al Qur`an ia laksana Utrujjah, aromanya harum, rasanya pun manis. Adapun permisalan Mukmin yang jarang membaca Al Qur`an, ia ibarat Kurma kering, tak beraroma, walaupun manis terasa. Dan perumpamaan Munafik yang membaca Al Qur`an, ia bak Raihanah, aromanya bagus, tapi rasanya pahit. Adapun permisalan Munafik yang tidak pernah membaca Al Qur`an, ia bagaikan Hanzhalah, sedikitpun tak wangi, rasanya pun pahit.” (HR. Al Bukhari & Muslim)

Do'a Romadhon Hari ke-9 =)

Do'a Romadhon Hari ke-9 Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dri rahmat-MU yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran- ajaran-MU yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-MU yang penuh dengan kecintaan-MU, Wahai harapan orang-orang yang rindu. Ya Alloh hanya dengan Ihsan-Mu kudapat menghiasi detik-detik romadhonku bersama ruh kekasih-Mu, Ya Alloh karena dhoifku, belum masih terluang waktu tak berdzikir pada-Mu. Ya Alloh Magfiroh-Mu tak pernah putus kuharap s'lalu. Ya Alloh lepaskanku dari kesia-siaan, Ya Alloh Istiqomahkanku dalam ketaatan...Allohummaj'alna min imani wal amaali kamiiliin...

Mulakan hari dengan selawat kepada nabi junjungan

Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak beri manfaat kepada manusia yang lain. -Prophet Muhammad s.a.w- Tanya diri,apa manfaat yang dah kita lakukan. Kepada ibubapa kita,kepada rakan-rakan kita,kepada adik beradik kita,kepada masyarakat amnya. Allah..Allah..Allah.. Moga Allah kasih, moga Allah redha... (╯︵╰,) # everyday is a new chapter, assalamualaikum.... Sobahul khair (صَبَاحُ الْخَيْر).. ◕‿◕ Mulakan hari dengan selawat kepada nabi junjungan. Penuhi hari ini dengan zikrullah dan hiasi hari ini dengan kebaikan

Monday, 24 June 2013

Pesan Rasulullah Kepada Saidatina Fathimatuz Zahra =]

Bismillaahirrahmaanirrahiim Pesan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Kepada Fathimatuz Zahra Hingga kini, dunia masih terus mengenangnya. Tidak sedikit tetes air mata mengalir tatkala mengingat kebesarannya. Malu rasanya membandingkannya dengan keadaan kita saat ini. Rasa haru seketika menyeruak kalau membaca kembali kisah-kisah perjuangannya; ketika dengan penuh kasih sayang ia mengusap darah suaminya seusai perang dan merawatnya dengan penuh perhatian; saat ia mengambil air sendiri dengan berjalan jauh hingga membekas di dadanya; begitu beraninya ia menginap di rumah Rasulullah sementara 'Ali suaminya, menggantikan tempat tidur Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam saat orang-orang kafir Quraisy mengepung. Fathimah Az Zahra sangat besar perjuangannya. Tidaklah berlebihan jika Rasulullah menegaskan, atas dasar kecintaannya, bahwa manusia pertama yang kelak duduk mendampinginya di surga tidak lain adalah Fathimah. Dia adalah putri dari seorang yang suci. Dia sendiri suci. Dari rahimnya yang suci, kita pernah mendengar nama besar Hasan dan Husain. Ia juga melahirkan Zainab yang dari keturunannyalah kelak Imam Syafi'i mendapat tempat dan perlindungan. Imam Nawawi Al Bantani pernah menuliskan keagungan Fathimah Az Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami istri bersama Rasulullah. Nabi SAW bersabda kepada putrinya, Hai Fathimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap butir biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan derajatnya. Hai Fathimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta. Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang telanjang. Hai Fathimah, setiap istri yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat. Hai Fathimah, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak akan mendo'akan dirimu. Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah, bahwa ridha suami itu menjadi bagian dari ridha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah. Hai Fathimah, manakala seorang istri mengandung, maka para melaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila ia telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya. Hai Fathimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga kiamat. Setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkannya untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang berhaji dan berumrah. Hai Fathimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat. Hai Fathimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit. "Hai Wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang." Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut suaminya demikian pula jenggotnya, memangkas kumis dan memotong kuku-kukunya, maka Allah kelak memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum (tuak jernih yang tersegel) dan dari sungai yang ada di surga. Bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian). (bay/Uqudul Lujain karya Imam Nawawi Al Bantani, dari buku Disebabkan Oleh Cinta, Fauzil Adhim)