Monday, 12 August 2013
Jika Kau Mahu Berniqab ="D
Jika kau mahu berniqab...
Berniqab bukanlah kerana trend terkini..
Berniqab bukan untuk menunjuk diri alim..
Berniqab bukan untuk merendah-rendahkan yg lain..
Berniqab bukan utk perlekehkan sesama Muslimin Muslimat..
Jadi sebelum kau mulakan niqab di wajah,
Niqabkan hatimu dulu,
Niqabkan jiwamu dulu,
Niqabkan lidahmu dulu,
Niqabkan langkahmu dulu...
Kerana yg terselindung belum tentu terus berlindung.
Yang terbuka belum tentu buka terus..
Berilmu lah sebelum kau beramal wahai sahabat...
Kan silih berganti dugaan dan ujian dari Allah swt.
menguji sekuat mana cintanya niqabis itu dlm dirinya krn Allah swt..
Usahlah melatah bila difitnah, krn mmg kau melindung dari fitnah..
Maka fitnah itu pasti berlegar diluar lingkungan niqab mu..
Pabila ada kesempatan, yg lemah pasti fitnah itu menerjah kedalam..
Usahlah kau mendongak wajah ke langit..
Belum tentu yg berniqab itu beriman..
Kerana itu kukatakan, niqabkan dirimu, sebelum kau niqabkan wajahmu..
Istiqamah bukan hanya sekadar kata..
Istiqamah ini bkn hya ayat cantik utk ditaip di facebook,twitter,myspace,ym dan skype..
Tetapi ia perlulah dari jiwa yg tulus mulus demi Allah swt..
Maka kau niqabkan setiap kata-katamu..
Jangan perlekehkan nilai niqab,
kerana dibalik tirai suara-suara itu..
berhimpun manusia menunggu jelek kan kita..
Yang berniqab bercinta, tapi tiada tuju hala - ku berani katakan BERSEPAH DI ALAM MAYA!
Yang berniqab mulutnya ibarat tempayan - ku berani katakan KATA JIHAD TAPI MENGUMPAT!
Yang berniqab akalnya disimpan - kuberani nyatakan STATUS HARIAN JADI SARANG KEBENCIAN!
Yang membuka aurat, dah terang taknak berundur mendengar perintah Allah..
Jangan lah yg memberati aurat ini mencemar niqabis itu sndr..
Jari menari di papan kekunci katakan CINTA ALLAH,CINTA RASUL..
Yakinkah anda? Jangan berkata tetapi hakikatnya berpeluk tubuh...
Terlalu sarat dgn kata nista..
Kau berdusta!!
Jadi gadis berniqab, jagalah namamu,jagalah namaku,jagalah namanya dan jagalah nama mereka..
Niqab bukan fesyen terbaru!
Niqab bukan pelindung maksiat!
Niqab bukan barang pemangkin ikhtilat!
Niqab bukan utk dipersendakan...
Berilmulah sebelum beramal..
Kerana yg menderita adalah mrk yg bjuang bhabis-habisan..
~> BERNIQABLAH KRN ANDA SUDAH BERSEDIA,BUKAN UTK MENUNJUK-NUNJUK ANDA HEBAT. KERANA ITU BELUM MENUNJUKKAN ANDA SUDAH BERSEDIA, BAHKAN SBNRNYA MASIH TIMBUL RASA CINTAKAN DUNIA, CINTAKAN PUJIAN MANUSIA <~
Wednesday, 17 July 2013
KENAPA KENAPA KENAPA ?
KENAPA KENAPA KENAPA ?
Kite Mengeluh , dan kalau bole nak marah kalau kite xdpt sesuatu yg kite nakkkk !!!!
Rase dunia xadil , semuanye xadil !!!! Org lain nk dapat , aku nk xdpt ... Huh ! Sedihh gile arr ... Rse sedih+nangis+bengang je ...
WOI MAKHLUK YG XRETI BERSYUKUR !!!!
Allah xbagi yg kite nak Allah bagi yg kite Perlu !!! Kalau Allah bagi sekalipon Benda yg kau nakk , pstu kau xhargai mcm mne? Kadang2 Benda yg kau perlu pon kau x bersyukur , inikan pulak nafsu kau yg nakkk ... Allah nak bagi syurga kau mintak neraka ? Hey malu lah sikit nafsu , KAU tu Allah yg cipta , xyh nak taiko sgt lha ... Syukur jela Ape yg Allah Kasi sbb kau tu xde hak ape2 kt Dunia ni ....
Ikhlas Dari Hati Untuk Nafsu yang nakal >_< (pesan pade nafsu sendiri)
(HR. Al Bukhari) =)
Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda, “Yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Al Bukhari)
Padahal para sahabat Rasulullah adalah sebaik-baik generasi yang pernah ada di muka bumi ini, akan tetapi ternyata masih ada yang terbaik diantara mereka, yakni orang2 yg mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya..
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pernah bersabda,
“Perumpamaan seorang Mukmin yang rajin membaca Al Qur`an ia laksana Utrujjah, aromanya harum, rasanya pun manis. Adapun permisalan Mukmin yang jarang membaca Al Qur`an, ia ibarat Kurma kering, tak beraroma, walaupun manis terasa. Dan perumpamaan Munafik yang membaca Al Qur`an, ia bak Raihanah, aromanya bagus, tapi rasanya pahit. Adapun permisalan Munafik yang tidak pernah membaca Al Qur`an, ia bagaikan Hanzhalah, sedikitpun tak wangi, rasanya pun pahit.” (HR. Al Bukhari & Muslim)
Do'a Romadhon Hari ke-9 =)
Do'a Romadhon Hari ke-9
Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dri rahmat-MU yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran- ajaran-MU yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-MU yang penuh dengan kecintaan-MU, Wahai harapan orang-orang yang rindu. Ya Alloh hanya dengan Ihsan-Mu kudapat menghiasi detik-detik romadhonku bersama ruh kekasih-Mu, Ya Alloh karena dhoifku, belum masih terluang waktu tak berdzikir pada-Mu. Ya Alloh Magfiroh-Mu tak pernah putus kuharap s'lalu. Ya Alloh lepaskanku dari kesia-siaan, Ya Alloh Istiqomahkanku dalam ketaatan...Allohummaj'alna min imani wal amaali kamiiliin...
Mulakan hari dengan selawat kepada nabi junjungan
Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak beri manfaat kepada manusia yang lain.
-Prophet Muhammad s.a.w-
Tanya diri,apa manfaat yang dah kita lakukan.
Kepada ibubapa kita,kepada rakan-rakan kita,kepada adik beradik kita,kepada masyarakat amnya.
Allah..Allah..Allah..
Moga Allah kasih, moga Allah redha... (╯︵╰,)
# everyday is a new chapter, assalamualaikum....
Sobahul khair (صَبَاحُ الْخَيْر)..
◕‿◕
Mulakan hari dengan selawat kepada nabi junjungan. Penuhi hari ini dengan zikrullah dan hiasi hari ini dengan kebaikan
Monday, 24 June 2013
Pesan Rasulullah Kepada Saidatina Fathimatuz Zahra =]
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Pesan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Kepada Fathimatuz Zahra
Hingga kini, dunia masih terus mengenangnya. Tidak sedikit tetes air mata mengalir tatkala mengingat kebesarannya. Malu rasanya membandingkannya dengan keadaan kita saat ini. Rasa haru seketika menyeruak kalau membaca kembali kisah-kisah perjuangannya; ketika dengan penuh kasih sayang ia mengusap darah suaminya seusai perang dan merawatnya dengan penuh perhatian; saat ia mengambil air sendiri dengan berjalan jauh hingga membekas di dadanya; begitu beraninya ia menginap di rumah Rasulullah sementara 'Ali suaminya, menggantikan tempat tidur Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam saat orang-orang kafir Quraisy mengepung.
Fathimah Az Zahra sangat besar perjuangannya. Tidaklah berlebihan jika Rasulullah menegaskan, atas dasar kecintaannya, bahwa manusia pertama yang kelak duduk mendampinginya di surga tidak lain adalah Fathimah. Dia adalah putri dari seorang yang suci. Dia sendiri suci. Dari rahimnya yang suci, kita pernah mendengar nama besar Hasan dan Husain. Ia juga melahirkan Zainab yang dari keturunannyalah kelak Imam Syafi'i mendapat tempat dan perlindungan.
Imam Nawawi Al Bantani pernah menuliskan keagungan Fathimah Az Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami istri bersama Rasulullah.
Nabi SAW bersabda kepada putrinya, Hai Fathimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap butir biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan derajatnya.
Hai Fathimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.
Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
Hai Fathimah, setiap istri yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka Allah kelak akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat.
Hai Fathimah, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak akan mendo'akan dirimu.
Bukankah engkau mengerti, hai Fathimah, bahwa ridha suami itu menjadi bagian dari ridha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kebencian Allah.
Hai Fathimah, manakala seorang istri mengandung, maka para melaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila ia telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.
Hai Fathimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga kiamat.
Setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkannya untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang berhaji dan berumrah.
Hai Fathimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.
Hai Fathimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit. "Hai Wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang."
Hai Fathimah, setiap istri yang meminyaki rambut suaminya demikian pula jenggotnya, memangkas kumis dan memotong kuku-kukunya, maka Allah kelak memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum (tuak jernih yang tersegel) dan dari sungai yang ada di surga. Bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian). (bay/Uqudul Lujain karya Imam Nawawi Al Bantani, dari buku Disebabkan Oleh Cinta, Fauzil Adhim)
Saturday, 22 June 2013
Assalamualaikum .. Sobahalkhair =)
Assalamualaikum .. sobahalkhair ,, dah sarapan ke belum niey ?? bagun lagi matahari nak terangkat da ~~ hehe .. Ana dah bagun dari tadi cuma belum sarapan jew .. AHAA !! Lupe2 .. Dah Solat Subuh ke Belum tadi ?? .. Ana dah tadi cuma .. hari niey ana tak beberapa shat .. selesema melanda .. hehe .. Oke ! Mulakan Pagi niey dengan Bissmillahirahhmanirahim ... =)
Tuesday, 11 June 2013
ツ Apabila wanita telah mengerjakan ツ
Apabila wanita telah mengerjakan
---> sembahyang lima waktu .
---> puasa dibulan Ramadhan .
---> menjaga kehormatan dari perkara yang haram .
---> taat kepada suaminya .
maka dipersilakan bagi dirinya kemana-mana pintu syurga yang dia suka .
hadis riwayat : Ahmad.
Sumber : Ciri-ciri Wanita Solehah .
MukaSurat : 46 .
Muslim Show
Perasan tak , dalam solat pun kita sibuk nk tnjukkan siapa lagi hebat, siapa lagi dasyat duduk tahiyat, tanpa menyedari solat kita itu diterima atau tidak??
ツ Keutamaan Surah Al Mulk ツ
Pertama: Memang banyak fadhilah dan keutamaan dari surat al-Mulk, diantaranya yang shohih (bisa dijadikan pegangan) adalah:
Dari Abu Hurairoh, Nabi s.a.w. bersabda: “Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“.
(HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi,)
Anas bin Malik mengatakan, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada surat dari Alqur’an, ia hanya terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat membela ‘temannya’ sehingga memasukkannya ke surga, yaitu: Surat Tabarok“.
(HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Ausath, dalam Shohihul Jami’)
Abdullah bin Mas’ud mengatakan: “Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Alloh azza wajall menghindarkannya dari adzab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di saat Rasulullah s.a.w. (masih hidup) menamainya “al-Mani’ah” (penghindar/penghalang). Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabullah, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia telah banyak berbuat kebaikan”
(HR. Nasa’i dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh al-Hakim dan ia mengatakan: sanadnya shohih,)
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi s.a.w. tidak pernah tidur (malam) sehingga ia membaca surah Alif lam mim tanzil (biasa disebut Surat as-Sajdah) dan surah Tabarokalladi bi yadihil mulk (biasa disebut surat al-Mulk).
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi )
Kedua: Fadhilah Surat Al-Mulk akan diraih oleh mereka yang banyak membacanya, terutama di waktu malam menjelang tidur, sebagaimana diterangkan dalam hadits no: 3 dan 4. Jadi tidak tepat kalau dikatakan bahwa keutamaan tersebut hanya khusus bagi mereka yang menghafalnya saja.
Ketiga: Waktu untuk membaca Surat Al-Mulk ini adalah pada bila-bila masa sahaja, akan tetapi Rasulullah s.a.w. biasa membacanya saat menjelang tidur malam.
Keempat: Melihat keterangan hadits-hadits di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memperbanyak membaca Surat Al-Mulk dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.
Kelima: Perlu kami ingatkan di sini, bahwa banyak sekali hadits-hadits tentang keutamaan surat Alqur’an yang dhoif (lemah) bahkan maudhu’ (palsu). Oleh karena itu, hendaklah kita berhati-hati dalam menerima keterangan tentang keutamaan surat Alqur’an, agar kita tidak terjatuh dalam amalan yang bukan sunnah dan kepercayaan yang tak berdasar.
Dari Abu Hurairoh, Nabi s.a.w. bersabda: “Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“.
(HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi,)
Anas bin Malik mengatakan, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada surat dari Alqur’an, ia hanya terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat membela ‘temannya’ sehingga memasukkannya ke surga, yaitu: Surat Tabarok“.
(HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Ausath, dalam Shohihul Jami’)
Abdullah bin Mas’ud mengatakan: “Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Alloh azza wajall menghindarkannya dari adzab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di saat Rasulullah s.a.w. (masih hidup) menamainya “al-Mani’ah” (penghindar/penghalang). Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabullah, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia telah banyak berbuat kebaikan”
(HR. Nasa’i dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh al-Hakim dan ia mengatakan: sanadnya shohih,)
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi s.a.w. tidak pernah tidur (malam) sehingga ia membaca surah Alif lam mim tanzil (biasa disebut Surat as-Sajdah) dan surah Tabarokalladi bi yadihil mulk (biasa disebut surat al-Mulk).
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi )
Kedua: Fadhilah Surat Al-Mulk akan diraih oleh mereka yang banyak membacanya, terutama di waktu malam menjelang tidur, sebagaimana diterangkan dalam hadits no: 3 dan 4. Jadi tidak tepat kalau dikatakan bahwa keutamaan tersebut hanya khusus bagi mereka yang menghafalnya saja.
Ketiga: Waktu untuk membaca Surat Al-Mulk ini adalah pada bila-bila masa sahaja, akan tetapi Rasulullah s.a.w. biasa membacanya saat menjelang tidur malam.
Keempat: Melihat keterangan hadits-hadits di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memperbanyak membaca Surat Al-Mulk dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.
Kelima: Perlu kami ingatkan di sini, bahwa banyak sekali hadits-hadits tentang keutamaan surat Alqur’an yang dhoif (lemah) bahkan maudhu’ (palsu). Oleh karena itu, hendaklah kita berhati-hati dalam menerima keterangan tentang keutamaan surat Alqur’an, agar kita tidak terjatuh dalam amalan yang bukan sunnah dan kepercayaan yang tak berdasar.
Thursday, 30 May 2013
KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH
KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH
Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).”
(Qs. Al-Isra’: 78)
Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat. Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.
Keutamaan Shalat Shubuh
Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah
(1) Salah satu penyebab masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.”
(HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)
(2) Salah satu penghalang masuk neraka
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).”
(HR. Muslim no. 634)
(3) Berada di dalam jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.”
(HR. Muslim no. 163)
(4) Dihitung seperti shalat semalam penuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.”
(HR. Muslim no. 656)
(5) Disaksikan para malaikat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ
“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).”
(HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
Ancaman bagi yang Meninggalkan Shalat Shubuh
Padahal banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.”
(HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Cukuplah ancaman dikatakan sebagai orang munafiq membuat kita selalu memperhatikan ibadah yang satu ini.
Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita semua, terkhusus bagi para laki-laki untuk dapat melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.
Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).”
(Qs. Al-Isra’: 78)
Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat. Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.
Keutamaan Shalat Shubuh
Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah
(1) Salah satu penyebab masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.”
(HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)
(2) Salah satu penghalang masuk neraka
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).”
(HR. Muslim no. 634)
(3) Berada di dalam jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.”
(HR. Muslim no. 163)
(4) Dihitung seperti shalat semalam penuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.”
(HR. Muslim no. 656)
(5) Disaksikan para malaikat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ
“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).”
(HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
Ancaman bagi yang Meninggalkan Shalat Shubuh
Padahal banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.”
(HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Cukuplah ancaman dikatakan sebagai orang munafiq membuat kita selalu memperhatikan ibadah yang satu ini.
Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita semua, terkhusus bagi para laki-laki untuk dapat melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.
Keutamaan Shalat Dhuha
Keutamaan Shalat Dhuha
Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
Keutamaan pertama, mencukupkan sedekah sebanyak persendian manusia, yaitu tiga ratus enam puluh persendian, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,
عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
Dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau telah bersabda, "Setiap hari bagi setiap persendian dari salah seorang di antara kalian terdapat kewajiban untuk bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf nahi munkar adalah sedekah. Semua itu tercukupkan dengan dua rakaat shalat yang dilakukan di waktu dhuha." (Hr. Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab Istihbab Shalat ad-Dhuha, no. 720)
Hal ini lebih diperjelas dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang berbunyi,
فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ
"'Dalam diri manusia ada tiga ratus enam puluh persendian, lalu dari setiap sendinya diwajibkan untuk bersedekah.' Mereka berkata, 'Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?' Beliau menjawab, 'Memendam riak yang ada di mesjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua rakaat shalat dhuha mencukupkanmu.'" (Hr. Abu Daud, no. 5242; kitab Irwa al-Ghalil: 2/213 dan at-Ta'liq ar-Raghib: 1/235)
Keutamaan kedua, Allah menjaga orang yang melaksanakan empat rakaat shalat dhuha pada hari tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,
عن عقبة بن عامر الجهني رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال إن الله عز و جل يقول يا ابن آدم اكفني أول النهار بأربع ركعات أكفك بهن آخر يومك
Dari 'Uqbah bin 'Amir Al-Juhani radhiallahu 'anhu, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa Allah berfirman, Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku di awal siang hari sebanyak empat rakaat, niscaya Aku menjagamu di sisa hari tersebut." (Hr. at-Tirmidzi, Kitab Shalat, Bab Ma Ja`a fi Shalat ad-Dhuha, no. 475; Shahih Sunan at-Tirmidzi: 1/147)
Keutamaan ketiga, shalat dhuha adalah shalat al-awwabin (orang yang banyak bertaubat kepada Allah). Hal ini disampaikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang berbunyi,
لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ قَالَ وَهِيَ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ
"Tidaklah menjaga shalat dhuha, kecuali orang yang banyak bertaubat kepada Allah." (Hr. al-Hakim dalam al-Mustadrak: 1/314; ash-Shahihah, no. 1994, lihat: 2/324)
waktu shalat dhuha
Waktu shalat dhuha dimulai dari terbitnya matahari hingga menjelang matahari tergelincir (zawal)
Adapun waktu utama untuk melaksanakan shalat dhuha adalah di akhir waktunya.
Hal ini dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,
أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنْ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
"Sesungguhnya Zaid bin Arqam melihat suatu kaum melakukan shalat dhuha, lalu beliau berkata, 'Apakah mereka belum mengetahui bahwa shalat pada selain waktu ini lebih utama? Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu bersabda, 'Shalat al-awwabin (hendaklah dilakukan) ketika anak unta kepanasan.'" (Hr. Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab Shalat al-Awwabina hina Tarmidhu al-Fishal, no. 748)
Jumlah Rakaat dan Tata Caranya
Disyariatkan bagi seorang muslim untuk melakukan shalat dhuha sebanyak dua, empat , enam, atau delapan rakaat, atau lebih, tanpa ada batasan tertentu. "Yang benar adalah bahwasanya tidak ada batas untuk banyaknya, karena 'Aisyah berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ الله
'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu melakukan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, dan beliau menambahnya sebanyak yang beliau inginkan.' (Hr. Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab Istihbaab Shalat Dhuha, no. 719)
wallahulam...semoga bermanfaat... hari jumaat yang pernuh berkah byak lah bersalawat kepada rasulullah shallahu alaih wasallam, banyak berdoa, wajib ke mesjib bagi lelaki,, dan bacalah surat al kahfi sebelum matahari terbenam.
Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
Keutamaan pertama, mencukupkan sedekah sebanyak persendian manusia, yaitu tiga ratus enam puluh persendian, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,
عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
Dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau telah bersabda, "Setiap hari bagi setiap persendian dari salah seorang di antara kalian terdapat kewajiban untuk bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar makruf nahi munkar adalah sedekah. Semua itu tercukupkan dengan dua rakaat shalat yang dilakukan di waktu dhuha." (Hr. Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab Istihbab Shalat ad-Dhuha, no. 720)
Hal ini lebih diperjelas dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam yang berbunyi,
فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ
"'Dalam diri manusia ada tiga ratus enam puluh persendian, lalu dari setiap sendinya diwajibkan untuk bersedekah.' Mereka berkata, 'Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?' Beliau menjawab, 'Memendam riak yang ada di mesjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua rakaat shalat dhuha mencukupkanmu.'" (Hr. Abu Daud, no. 5242; kitab Irwa al-Ghalil: 2/213 dan at-Ta'liq ar-Raghib: 1/235)
Keutamaan kedua, Allah menjaga orang yang melaksanakan empat rakaat shalat dhuha pada hari tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,
عن عقبة بن عامر الجهني رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال إن الله عز و جل يقول يا ابن آدم اكفني أول النهار بأربع ركعات أكفك بهن آخر يومك
Dari 'Uqbah bin 'Amir Al-Juhani radhiallahu 'anhu, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa Allah berfirman, Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku di awal siang hari sebanyak empat rakaat, niscaya Aku menjagamu di sisa hari tersebut." (Hr. at-Tirmidzi, Kitab Shalat, Bab Ma Ja`a fi Shalat ad-Dhuha, no. 475; Shahih Sunan at-Tirmidzi: 1/147)
Keutamaan ketiga, shalat dhuha adalah shalat al-awwabin (orang yang banyak bertaubat kepada Allah). Hal ini disampaikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang berbunyi,
لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ قَالَ وَهِيَ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ
"Tidaklah menjaga shalat dhuha, kecuali orang yang banyak bertaubat kepada Allah." (Hr. al-Hakim dalam al-Mustadrak: 1/314; ash-Shahihah, no. 1994, lihat: 2/324)
waktu shalat dhuha
Waktu shalat dhuha dimulai dari terbitnya matahari hingga menjelang matahari tergelincir (zawal)
Adapun waktu utama untuk melaksanakan shalat dhuha adalah di akhir waktunya.
Hal ini dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,
أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنْ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
"Sesungguhnya Zaid bin Arqam melihat suatu kaum melakukan shalat dhuha, lalu beliau berkata, 'Apakah mereka belum mengetahui bahwa shalat pada selain waktu ini lebih utama? Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu bersabda, 'Shalat al-awwabin (hendaklah dilakukan) ketika anak unta kepanasan.'" (Hr. Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab Shalat al-Awwabina hina Tarmidhu al-Fishal, no. 748)
Jumlah Rakaat dan Tata Caranya
Disyariatkan bagi seorang muslim untuk melakukan shalat dhuha sebanyak dua, empat , enam, atau delapan rakaat, atau lebih, tanpa ada batasan tertentu. "Yang benar adalah bahwasanya tidak ada batas untuk banyaknya, karena 'Aisyah berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ الله
'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu melakukan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, dan beliau menambahnya sebanyak yang beliau inginkan.' (Hr. Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashruha, Bab Istihbaab Shalat Dhuha, no. 719)
wallahulam...semoga bermanfaat... hari jumaat yang pernuh berkah byak lah bersalawat kepada rasulullah shallahu alaih wasallam, banyak berdoa, wajib ke mesjib bagi lelaki,, dan bacalah surat al kahfi sebelum matahari terbenam.
Wednesday, 29 May 2013
Tuesday, 28 May 2013
Ikhlas
Dalam
mencintai, jangan jadi yang terbaik tapi jadilah yang paling ikhlas...
Kerana menjadi yang terbaik akan memaksa kita untuk berpura-pura sedang
menjadi yang paling ikhlas mengajar kita untuk bersederhana
Thursday, 2 May 2013
Renung2kan =)
Yang
WAJIB dilakukan ➜ Yang HARAM ditinggalkan ➜ Yang MAKRUH dielakkan ➜ Yang
SUNAT diperbanyakkan ➜ Insyaallah SYURGA tempatnya.
Kata-kata Mutiara Di Awal Pagi
Kata-kata Mutiara Di Awal Pagi
Syukurilah ketika berlaku kesulitan kerana kadang-kadang kesulitan akan menghantar kita pada hasil yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan
Syukurilah ketika berlaku kesulitan kerana kadang-kadang kesulitan akan menghantar kita pada hasil yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan
Menghargai Kurniaan ALLAH
■Sebelum hendak lalui KEGEMBIRAAN kita kena lalui KESEDIHAN dahulu
■Sebelum hendak lalui KESENANGAN kita kena lalui KESUSAHAN dahulu
■Sebelum hendak lalui KEKAYAAN kita kena lalui KEMISKINAN dahulu
sebab dari semua dugaan itu kita akan belajar untul BERSYUKUR dan MENGHARGAI kurnian ALLAH. Jangan jadi manusia mudah alpa. InsyaAllah
■Sebelum hendak lalui KESENANGAN kita kena lalui KESUSAHAN dahulu
■Sebelum hendak lalui KEKAYAAN kita kena lalui KEMISKINAN dahulu
sebab dari semua dugaan itu kita akan belajar untul BERSYUKUR dan MENGHARGAI kurnian ALLAH. Jangan jadi manusia mudah alpa. InsyaAllah
♥ Syarat-syarat masuk syurga : patuh arahan pemilik syurga Allah SWT♥
♥ Syarat-syarat masuk syurga : patuh arahan pemilik syurga Allah SWT♥
Menutup aurat itu memang panas. Tapi itu lah jihad bagi para muslimah. Jangan risau di akhirat nanti pasti sejuk
Menutup aurat itu memang panas. Tapi itu lah jihad bagi para muslimah. Jangan risau di akhirat nanti pasti sejuk
♥mudahnya dapat pahala Jom tambah pahala♥
Menutup aurat lah walaupun terpaksa sebab Allah akan bermurah hati untuk bagi Pahala.
Walaupun pahala bagi niat untuk menutup aurat tiada tapi pahala perbuatan menutup aurat ada.
♥mudahnya dapat pahala Jom tambah pahala♥
Walaupun pahala bagi niat untuk menutup aurat tiada tapi pahala perbuatan menutup aurat ada.
♥mudahnya dapat pahala Jom tambah pahala♥
Ujian =')
Ya
Allah. Kuatkan hatiku agar sentiasa tabah menghadapi Ujian dariMu.
Kuatkan imanku agar sentiasa bisa melawan bisikan syaitan. Aminn.
Amalan Yg Baik
Benda
yang baik, perlu disebarkan. Walaupun ia sedikit. Tetapi mungkin
bermanfaat buat orang lain. Sebarkan lah ilmu kepada manusia :)
Saturday, 27 April 2013
Nasihat =]]
Menegur
, jangan sampai menghina . Mendidik , jangan sampai memaki . Memberi ,
jangan sampai mengungkit . Bercakap , jangan sampai riak
Saya Cinta Allah
Allah tuhanku.
Nabi Muhammad nabiku.
AlQuran rujukanku.
Syurga ganjaran pahalaku.
Neraka pembalasan dosaku.
Nabi Muhammad nabiku.
AlQuran rujukanku.
Syurga ganjaran pahalaku.
Neraka pembalasan dosaku.
Niat Baik
Niatkan
semua kebaikan yang kita lakukan adalah bentuk kecintaan kita kepada
Allah. InsyaAllah setiap langkah kita akan dipermudahkan.
Ajal Maut Di Tangan Allah
Kalau
ada orang cakap "hidup hanya sekali, enjoy habis" tapi Islam kata "mati
itu pasti" maka persiapkan amal kita untuk menghadapi. :')
Saya Cinta Allah
Saat hati berkata " INGIN ", namun ALLAH berkata " TUNGGU ".
Saat AIR MATA harus menitis, namun ALLAH berkata " TERSENYUMLAH ".
Saat segalanya terasa " MEMBOSANKAN ", namun ALLAH berkata " TERUSLAH MELANGKAH ".
Saat AIR MATA harus menitis, namun ALLAH berkata " TERSENYUMLAH ".
Saat segalanya terasa " MEMBOSANKAN ", namun ALLAH berkata " TERUSLAH MELANGKAH ".
Saya Sayang Ayah
Dulu
saya jahil, aurat di pandang remeh dan solat pun tak tahu macam mana.
Alhamdullillah Allah berikan saya peluang untuk berhijrah selepas
mendengar ceramah seksaan api neraka yang diterima oleh bapa kerana dosa
anak perempuan dan isterinya.
♥saya sayang ayah. Saya mahu jumpa ayah di syurga♥
♥saya sayang ayah. Saya mahu jumpa ayah di syurga♥
Menutup Aurat
Dosa
tidak menutup aurat masih mengalir sekiranya kamu upload gambar tidak
menutup aurat di laman sosial walaupun di luar kamu menutup aurat.
Di Mana Allah
Di Mana Allah
Dinukil dalam
beberapa riwayat bahwa sekelompok pendeta Yahudi datang kepada Khalifah
Abu Bakar dan bertanya, “Apakah kamu khalifah Nabi umat ini?”
Khalifah Abu Bakar menjawab, “Ya, benar.”
“Beritahukan kepada kami tentang ALLAH Subhana Watala. Di manakah DIA berada, di langit atau di bumi?” tanya mereka.
“DIA berada di langit, di atas ‘Arsy” timpal Khalifah Abu Bakar.
“Kalau begitu, bumi kosong dariNYA dan berarti ALLAH berada di sebuah tempat dan tidak di tempat yang lain?” Bantah mereka.
“Ini adalah ucapan orang-orang Zindik (atheis). Pergilah dariku. Kalau tidak, maka aku akan membunuh kamu.”titah Khalifah Abu Bakar.
Akhirnya mereka pergi sambil menghina Islam, lalu Ali menemui mereka dan berkata, “Aku sudah tahu apa yang kamu tanyakan dan kamu bantah, dan sekarang aku katakan, bahwa ALLAH Azza Wa jalla yang mengadakan ‘mana’ (ruang dan tempat) oleh karenanya ‘mana’ tidak berarti bagiNYA. DIA sangat tinggi untuk dapat diliputi ruang dan tempat. DIA ada di segala ruang tanpa bersentuhan dan bergandengan. Dia mengetahui segala yang ada padanya. Tidak ada sesuatu pun yang lepas dari pengawasanNYA. Dan akan aku beritahukan kepada kalian tentang yang ada di dalam salah satu kitab kalian yang membenarkan apa yang aku katakan tadi, jika kalian tahu apakah kalian akan percaya?”
Mereka menjawab, “Ya.” Ali meneruskan, “Tidakkah kalian membaca dalam sebagian kitab kalian bahwa Musa bin Imran Alaihi Salam pernah suatu hari beliau duduk, tiba-tiba datang kepadanya malaikat dari arah timur, lalu Musa bertanya kepadanya, “Dari mana kamu datang?”
Malaikat menjawab, “Dari ALLAH Subhanahu wa-ta'ala . Kemudian datang malaikat dari arah barat, Musa bertanya, “Dari mana kamu datang?” Malaikat menjawab, “Dari ALLAH Subhanahu wa-ta'ala.”
Kemudian datang Malaikat dari langit ke tujuh dan berkata, “Aku datang kepadamu dari langit ketujuh, dari ALLAH.” dan selanjutnya datang pula malaikat dan berkata, “Aku datang dari bawah bumi yang paling bawah, dari ALLAH.”
Lalu Musa Alaihi Salam berkata, “MAHA SUCI ALLAH yang tiada tempat yang kosong dariNYA dan tiada satu tempat yang lebih dekat kepadaNYA dari tempat yang lain.”
Khalifah Abu Bakar menjawab, “Ya, benar.”
“Beritahukan kepada kami tentang ALLAH Subhana Watala. Di manakah DIA berada, di langit atau di bumi?” tanya mereka.
“DIA berada di langit, di atas ‘Arsy” timpal Khalifah Abu Bakar.
“Kalau begitu, bumi kosong dariNYA dan berarti ALLAH berada di sebuah tempat dan tidak di tempat yang lain?” Bantah mereka.
“Ini adalah ucapan orang-orang Zindik (atheis). Pergilah dariku. Kalau tidak, maka aku akan membunuh kamu.”titah Khalifah Abu Bakar.
Akhirnya mereka pergi sambil menghina Islam, lalu Ali menemui mereka dan berkata, “Aku sudah tahu apa yang kamu tanyakan dan kamu bantah, dan sekarang aku katakan, bahwa ALLAH Azza Wa jalla yang mengadakan ‘mana’ (ruang dan tempat) oleh karenanya ‘mana’ tidak berarti bagiNYA. DIA sangat tinggi untuk dapat diliputi ruang dan tempat. DIA ada di segala ruang tanpa bersentuhan dan bergandengan. Dia mengetahui segala yang ada padanya. Tidak ada sesuatu pun yang lepas dari pengawasanNYA. Dan akan aku beritahukan kepada kalian tentang yang ada di dalam salah satu kitab kalian yang membenarkan apa yang aku katakan tadi, jika kalian tahu apakah kalian akan percaya?”
Mereka menjawab, “Ya.” Ali meneruskan, “Tidakkah kalian membaca dalam sebagian kitab kalian bahwa Musa bin Imran Alaihi Salam pernah suatu hari beliau duduk, tiba-tiba datang kepadanya malaikat dari arah timur, lalu Musa bertanya kepadanya, “Dari mana kamu datang?”
Malaikat menjawab, “Dari ALLAH Subhanahu wa-ta'ala . Kemudian datang malaikat dari arah barat, Musa bertanya, “Dari mana kamu datang?” Malaikat menjawab, “Dari ALLAH Subhanahu wa-ta'ala.”
Kemudian datang Malaikat dari langit ke tujuh dan berkata, “Aku datang kepadamu dari langit ketujuh, dari ALLAH.” dan selanjutnya datang pula malaikat dan berkata, “Aku datang dari bawah bumi yang paling bawah, dari ALLAH.”
Lalu Musa Alaihi Salam berkata, “MAHA SUCI ALLAH yang tiada tempat yang kosong dariNYA dan tiada satu tempat yang lebih dekat kepadaNYA dari tempat yang lain.”
Ciri-ciri Wanita Solehah
Ciri-ciri Wanita Solehah
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang
wanita menerima gelaran solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga
yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat iaitu :
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut :
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada mahram bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga
2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah
- Tidak bermasam muka di hadapan suami
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan & kecantikannya serta rumah tangga
FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
Sebenarnya
puncak rendahnya martabat wanita adalah dari faktor dalaman. Bukanlah
faktor luaran atau yang berbentuk material sebagaimana yang
digembar-gemburkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.
Faktor-faktor tersebut ialah:
1) Lupa mengingat Allah
Kerana
terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara
anak-anak, maka tidak hairanlah jika banyak wanita yang tidak menyedari
bahawa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini
pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka,
di mana syaitan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.
Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: ertinya:
”
Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah
telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya.”
Sabda Rasulullah s.a.w.: ertinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)
Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.
2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia.
Keindahan
dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya.
Bukan itu saja, malahan syaitan dengan mudah memperalatkannya untuk
menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelumang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana
kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.
Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: ertinya:
”
Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian
dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang
bertakwa, oleh kerana itu tidakkah kamu berfikir.”
3) Mudah terpedaya dengan syahwat.
4) Lemah iman.
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang terbaik adalah Wanita yang solehah.
Kisah CiNta IsLaMik~ CiNta Salman AL-Farisi
Kisah CiNta IsLaMik~ CiNta Salman AL-Farisi
Assalammualaikum..
hari ni aku nak share satu kisah cinta islamik gitu yg boleh memberi teladan dan pengajaran pada kita..memang best baca cerita ni..so apa lagi jom sama2 kita baca..Korang pernah baca atau mendengar kisah islamnya Salman Al-Farisi?Kisah pengembaraan Salman Al-Farisi dari satu tempat ke satu tempat yg lain untuk mencari agama yang benar,agama Islam. Beliau berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari kebenaran..Sebagaimana hebatnya kisah pengembaraan Salman Al-Farisi mencari islam,agama yang benar,begitulah juga kisah cinta Salman Al-Farisi.
Kisahnya begini, di saat dia merasakan sudah layak baginya untuk menyempurnakan separuh daripada agama. Dia sudah siap untuk melamar seorang gadis solehah dari kaum Ansar, yang selalu meniti dibibir para pemuda di Kota Madinah. Memperolehi cinta wanita solehah itu ibarat membelai cinta para bidadari di Syurga. Wanita Solehah itu telah menambat hatinya untuk menuntun karya2 indah bak lakaran pelangi..penuh warna dan cinta...
Beliau menjemput sahabat karibnya, Abu Darda sebagai teman bicaranya ketika bertemu keluarga wanita solehah itu.
"Subhanallah..Alhamdulilah"terpancut kata-kata dari mulut Abu Darda, tanda ta'ajub dan syukur di atas niat suci temannya itu. Dia begitu teruja kerana dapat membantu temannya dalam hal baik sebegini. Maka menujulah mereka ke rumah wanita solehah yang menjadi buah mulut para pemuda gagah perkasa di Kota Madinah.
"Saya adalah Abu Darda dan ini adalah saudara saya Salman Al-Farisi. Allah Taala telah memuliakannya dengan Islam, dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah S.A.W hingga Rasulullah menyebut beliau sebagai sebahagian daripada ahli bait-nya.Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar puteri kalian untuk dipersuntingnya" berkata Abu Darda kepada keluarga wanita tersebut. Susunan bahasanya cukup berlapik dan indah.
"Menerima kalian berdua sebagai tetamu, sahabat Rasulullah yang mulia sudah menjadi penghormatan terbesar buat kami. Dan adalah kehormatan lebih besar bagi keluarga kami bermenantukan seorang sahabat Rasulullah S.A.W yang utama. Akan tetapi hak untuk memberi kata putus tetap sepenuhnya berada di tangan anakanda puteri saya. Saya serahkan kepada puteri kami untuk memperhitungkannya" wali wanita solehah memberi isyarat ke arah hijab, di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.
"Silakan tuan..." balas Abu Darda.
Selepas beberapa minit berlalu, datangla walinya memberi kata pemutus daripada sang puteri kesayangannya. "Maafkan kami di atas apa yang saya akan katakan"
"Kerana kalian tetamu terhormat kami, sahabat baginda S.A.W yang amat dicintainya. Kami hanya mengharap redha Allah bersama kita semua.. sebenarnya puteri saya telah menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda mempunyai hajat yang sama, puteri kami senang menerima pinangannya dengan penuh syukur" kata-kata wali wanita solehah itu tidak sedikit pun mengejutkan Salman Al-Farisi malah menyambutnya dengan alunan tahmid yang tidak putus-putus. Subhanallah.. jelaslah wanita solehah itu hanya memilih Abu Darda sebagai pasangan hidupnya berbanding hajat asal datang daripada Salman Al-Farisi. Bayangkan andai kita berada di posisi/tempat Salman Al-Farisi, mungkin kita telah menyalahkan diri kerana telah tersilap membawa pendamping, teman bicara. Namun lain pula jawapan Salman Al-Farisi:
"Allahu Akbar.. Maha Suci Allah telah memilih teman baik saya sebagai pengganti" dengan penuh rasa kebesaran Tuhan menyelinap roh cinta-Nya memenuhi jiwanya yang kerdil. "Semua mahar dan nafkah yang telah ku persiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda, teman baik ku dunia akhirat. Dan aku akan menjadi saksi pernikahan bersejarah kalian!" air mata kasih dan syukur membening suasana redup di suatu petang itu.Itulah jawapannya..reaksinya telah melukiskan dia ialah seorang pencinta sejati..sejatinya dia bukan kerana dia sahabat nabi S.A.W yang utama tetapi rahmat kasih sayang Illahi menemani sekeping hati kecil miliknya untuk terus Memberi..
Salman Al-Farisi benar-benar mengajar kita sebagai seorang hamba kepada satu Tuhan yang berhak disembah tentang keutamaan dalam memberi, tidak menagih simpati untuk menerima. Dia hanya tahu satu pekerjaan besar lagi mulia sahaja iaitu Memberi. MemBeRi tidak bererti mengurangi apa yang ada, tapi bersyukur dengan apa yang dimiliki..tidak haloba dengan apa yang tiada. Salman Al- Farisi yang sangat mulia darjatnya disisi Rasulullah itupun diuji sedemikian hebat apabila pinangannya ditolak dan tambah mengejutkan lagi, teman baiknya yang dijadikan orang tengah itu yang menjadi pilihan si gadis solehah. Itulah bukti akhlak Islamiyyah yang terbaik kerana akhlak itu adalah reaksi pertama kita sebaik sahaja apabila diuji atau menerima sesuatu berita yang kurang menyenangkan. Jika kita sedikit terkilan dan rasa nak marah pada mulanya, dan kemudian barulah kita bersabar, itu bukanlah akhlak yang terbaik lagi. Tapi reaksi pertama yang hadir tanpa kita berfikir panjang itu adalah aras ukur tahap akhlak kita yang sebenarnya. Sebabnya reaksi itu hadir secara semulajadi dan yang semulajadi itulah akhlak kita yang sebenarnya..
Assalammualaikum..
hari ni aku nak share satu kisah cinta islamik gitu yg boleh memberi teladan dan pengajaran pada kita..memang best baca cerita ni..so apa lagi jom sama2 kita baca..Korang pernah baca atau mendengar kisah islamnya Salman Al-Farisi?Kisah pengembaraan Salman Al-Farisi dari satu tempat ke satu tempat yg lain untuk mencari agama yang benar,agama Islam. Beliau berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari kebenaran..Sebagaimana hebatnya kisah pengembaraan Salman Al-Farisi mencari islam,agama yang benar,begitulah juga kisah cinta Salman Al-Farisi.
Kisahnya begini, di saat dia merasakan sudah layak baginya untuk menyempurnakan separuh daripada agama. Dia sudah siap untuk melamar seorang gadis solehah dari kaum Ansar, yang selalu meniti dibibir para pemuda di Kota Madinah. Memperolehi cinta wanita solehah itu ibarat membelai cinta para bidadari di Syurga. Wanita Solehah itu telah menambat hatinya untuk menuntun karya2 indah bak lakaran pelangi..penuh warna dan cinta...
Beliau menjemput sahabat karibnya, Abu Darda sebagai teman bicaranya ketika bertemu keluarga wanita solehah itu.
"Subhanallah..Alhamdulilah"terpancut kata-kata dari mulut Abu Darda, tanda ta'ajub dan syukur di atas niat suci temannya itu. Dia begitu teruja kerana dapat membantu temannya dalam hal baik sebegini. Maka menujulah mereka ke rumah wanita solehah yang menjadi buah mulut para pemuda gagah perkasa di Kota Madinah.
"Saya adalah Abu Darda dan ini adalah saudara saya Salman Al-Farisi. Allah Taala telah memuliakannya dengan Islam, dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah S.A.W hingga Rasulullah menyebut beliau sebagai sebahagian daripada ahli bait-nya.Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar puteri kalian untuk dipersuntingnya" berkata Abu Darda kepada keluarga wanita tersebut. Susunan bahasanya cukup berlapik dan indah.
"Menerima kalian berdua sebagai tetamu, sahabat Rasulullah yang mulia sudah menjadi penghormatan terbesar buat kami. Dan adalah kehormatan lebih besar bagi keluarga kami bermenantukan seorang sahabat Rasulullah S.A.W yang utama. Akan tetapi hak untuk memberi kata putus tetap sepenuhnya berada di tangan anakanda puteri saya. Saya serahkan kepada puteri kami untuk memperhitungkannya" wali wanita solehah memberi isyarat ke arah hijab, di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.
"Silakan tuan..." balas Abu Darda.
Selepas beberapa minit berlalu, datangla walinya memberi kata pemutus daripada sang puteri kesayangannya. "Maafkan kami di atas apa yang saya akan katakan"
"Kerana kalian tetamu terhormat kami, sahabat baginda S.A.W yang amat dicintainya. Kami hanya mengharap redha Allah bersama kita semua.. sebenarnya puteri saya telah menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda mempunyai hajat yang sama, puteri kami senang menerima pinangannya dengan penuh syukur" kata-kata wali wanita solehah itu tidak sedikit pun mengejutkan Salman Al-Farisi malah menyambutnya dengan alunan tahmid yang tidak putus-putus. Subhanallah.. jelaslah wanita solehah itu hanya memilih Abu Darda sebagai pasangan hidupnya berbanding hajat asal datang daripada Salman Al-Farisi. Bayangkan andai kita berada di posisi/tempat Salman Al-Farisi, mungkin kita telah menyalahkan diri kerana telah tersilap membawa pendamping, teman bicara. Namun lain pula jawapan Salman Al-Farisi:
"Allahu Akbar.. Maha Suci Allah telah memilih teman baik saya sebagai pengganti" dengan penuh rasa kebesaran Tuhan menyelinap roh cinta-Nya memenuhi jiwanya yang kerdil. "Semua mahar dan nafkah yang telah ku persiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda, teman baik ku dunia akhirat. Dan aku akan menjadi saksi pernikahan bersejarah kalian!" air mata kasih dan syukur membening suasana redup di suatu petang itu.Itulah jawapannya..reaksinya telah melukiskan dia ialah seorang pencinta sejati..sejatinya dia bukan kerana dia sahabat nabi S.A.W yang utama tetapi rahmat kasih sayang Illahi menemani sekeping hati kecil miliknya untuk terus Memberi..
Salman Al-Farisi benar-benar mengajar kita sebagai seorang hamba kepada satu Tuhan yang berhak disembah tentang keutamaan dalam memberi, tidak menagih simpati untuk menerima. Dia hanya tahu satu pekerjaan besar lagi mulia sahaja iaitu Memberi. MemBeRi tidak bererti mengurangi apa yang ada, tapi bersyukur dengan apa yang dimiliki..tidak haloba dengan apa yang tiada. Salman Al- Farisi yang sangat mulia darjatnya disisi Rasulullah itupun diuji sedemikian hebat apabila pinangannya ditolak dan tambah mengejutkan lagi, teman baiknya yang dijadikan orang tengah itu yang menjadi pilihan si gadis solehah. Itulah bukti akhlak Islamiyyah yang terbaik kerana akhlak itu adalah reaksi pertama kita sebaik sahaja apabila diuji atau menerima sesuatu berita yang kurang menyenangkan. Jika kita sedikit terkilan dan rasa nak marah pada mulanya, dan kemudian barulah kita bersabar, itu bukanlah akhlak yang terbaik lagi. Tapi reaksi pertama yang hadir tanpa kita berfikir panjang itu adalah aras ukur tahap akhlak kita yang sebenarnya. Sebabnya reaksi itu hadir secara semulajadi dan yang semulajadi itulah akhlak kita yang sebenarnya..
Monday, 22 April 2013
WaNita Pertama Masuk Syurga-Ummu Khair
WaNita Pertama Masuk Syurga-Ummu Khair
Rasulullah SAW telah memuji seorang wanita solehah yg telah
memainkan peranan yg tepat dan patut dicontohi oleh semua wanita di
akhir zaman. Allah muliakan dia dengan memberi anugerah wanita pertama
masuk syurga. Sedangkan dia adalah seorang wanita miskin, tidak
terkenal, tggl pula di hjg kampung. Diriwayatkan pada suatu hari
Rasulullah SAWmemberitahu anaknya Fatimah bahawa ada seorang wanita
miskin tggl di hjg Kota Madinah, sbg wanita yg mulia di sisi Allah ia
akan masuk ke syurga lebih dahulu drp Fatimah.
Mendengar
cerita itu, Fatimah sgt ingin melihat dan berkenalan dgn wanita
solehah yg dimaksudkan oleh ayahandanya itu. Apakah amalan yg telah
dilakukan sehingga mendapat penghormatan yg begitu tggi dari Allah.
Setelah mendapat penerangan ttg tmpt tggl wanita itu, Fatimah pun pergi
ke rumah wanita tersebut setelah mendapat keizinan drp SaidiNa Ali
r.a. Setibanya Fatimah di rumah wanita tersebut, beliau begitu
terperanjat krn wanita itu tidak membenarkan ia masuk ke rumah krn ia
belum meminta izin dari suaminya yg pergi bekerja. Dengan perasaan
tenang Fatimah pulang setelah dinasihatkan supaya dtg esoknya krn dia
akan meminta kebenaran dari suaminya membenarkan Fatimah masuk ke rumah
sekiranya diberi izin oleh suaminya.
Pada
keesokan harinya, Fatimah datang lagi tetapi kali ini bersama dua org
anaknya Hasan dan Husin. Entah kenapa tergerak hatinya utk membawa
anaknya. Sekali lg dia terperanjat krn wanita itu menolak kedatangannya.
Kata wanita itu,
“Saya hanya diberi izin oleh suami saya utk puan seorg sahaja, sdgkan bersama puan ada 2 org lg yg belum diizinkan suami saya”.
Wanita itu memohon berbyk-byk maaf krn x dpt membenarkan Fatimah dan 2
org anaknya masuk ke rumah. Terpaksalah Fatimah pulang sekali lg dgn
perasaan terharu melihat kejujuran wanita itu menjaga amanah suaminya
lebih2 lg amanah Allah yg menyuruh taat kpd suami.
Pada
kali ke-3 kedatangan Fatimah disambut dgn baik oleh wanita itu dan
tidak putus2 meminta maaf atas apa yg berlaku, ia berkata:
“Sesungguhnya saya sekali-kali tidak pernah melanggar perintah suami saya”.
Dia
melayan Fatimah dgn sebaik-baiknya, menyediakan hidangan yg termampu
olehnya. Senyum ramah menjadi perhiasan hidupnya. Walaupun dia miskin
harta tetapi kaya dgn budi bahasa, sopan santun dan berakhlak.
Kata-katanya lembut dan tidak gopoh. Rumahnya teratur, bersih dan kemas,
mmg sedap dipandang walaupun tiada perabot mewah dan barang2 antik.
Setelah
hari hampir petang, wanita itu meminta izin drp Fatimah utk melakukan
sesuatu. Beliau meminta izin ke dapur dan menyediakan segelas air,
sepiring makanan dan sebatang tongkat dan diletakkan di tepi dinding
berhampiran dgn muka pintu. Setelah itu ia masuk ke dlm bilik, Fatimah
hanya memerhatikan saja tingkah lakunya. Tidak lama kemudian ia keluar
dri bilik dgn pakaian yg cntik, rambut diandam serta wajahnya
berseri-seri disertai dgn bau yg amat harum. Ia kemudian pergi ke ambang
pintu dan berdiri seolah-olah menanti seorang tetamu yg akan tiba.
Sedikit pun dia tidak menghiraukan tetamunya yg ada di dlm rumahnya yg
memerhatikan gelagatnya. Fatimah hairan melihat gelagat perempuan itu
lalu bertanya:
“Mengapa puan berkeadaan yg agak aneh ini?’”.
“Saya sebenarnya sedang menanti kepulangan suami saya. Biasanya disaat inilah ia pulang dr bekerja,” jawabnya kepada Fatimah yg masih dlm kebingungan.
“Apa pula kaitan dgn air dan makanan serta tongkat yg puan letakkan di tepi dinding itu,” tanya Fatimah lgi.
“Air
ini disediakan kalau dia dahaga, terus sahaja saya berikan tanpa saya
membuang masa pergi ke dapur dan suami saya tidak lg tertunggu-tggu.
Makanan ini saya sediakan kalau suami saya lapar. Dan tongkat ini
disediakan kalau saya didapati bersalah oleh suami saya, akan saya suruh
ia pukul sebagai denda di atas kesalahan saya.”
Fahamlah
Fatimah, seterusnya ia bertanya lagi. Mengapa pula puan bersolek dan
berpakaian yg sgguh ghairah setelah itu pergi ke tepi pintu dan
mengangkat kain pada hal menampakkan aurat adalah haram?
“Saya
berbuat demikian adalah semata-mata utk suami saya. Kalau ia melihat
saya berkeadaan begini di waktu ia berkeinginan maka mudahlah ia
menyampaikan maksudnya,” jelas wanita tersebut.
Kini fahamlah dia, itu rupanya amalan yg dilakukan oleh wanita itu yg mendapat kemuliaan dari Rasulullah.
Sebenarnya,
sememangnya Fatimah adalah seorang wanita yg paling mulia di dunia.
Beliau akan menjadi ratu di syurga nanti. Manakala wanita yg tersebut
dlm kisah ini akan menjadi pengiringnya. Beliau yg mula-mula masuk ke
syurga krn beliau ditugaskan utk menjadi penarik tali kuda Fatimah. Jadi
dgn demikian beliaulah mula-mula masuk ke syurga. Inilah sebenarnya yg
dimaksudkan oleh Rasulullah.
Rasulullah SAW telah bersabda yg bermaksud:
“Wahai
anakku Fatimah, perempuan manapun yg beribadah spt ibadah Siti Maryam
bin Amran, tetapi tidak diredhai oleh suaminya, maka Allah tidak akan
menerima ibadahnya”.
Sabda Rasulullah SAW yg bermaksud:
“Seorang wanita yg solehah itu lebih baik dari seribu lelaki yg tidak soleh”.
Maka renung-renungkanlah dan selamat beramal….
CaRa untUk TeNanGkaN hAti
CaRa untUk TeNanGkaN hAti
Hati korang teNang x sekarang..hati aku x tenang hahaha…mereng
skrg..jadi kena mentazkirahkan diri..huhu..banyak benda nak kena
fikir, nak kena uat keputusan, nak kena berubah..emmm…malaz la nak
ngomel banyak2..uat sakit hati je..jom bacaaaa…
Segala
aspek kehidupan ini bermula daripada hati. Oleh itu di bawah ini ada
beberapa cara bagaimana hendak mencuci hati. (Diolah oleh pakar motivasi
Datuk Dr. Haji Fadzilah Kamsah).
- Dirikan solat dan banyakkan berdo'a – Ini adalah salah
satu kaedah yang sungguh berkesan. Semasa berdo'a turut katakan
"Ya,Allah jadikan hatiku bersih"
- Selawat keatas Nabi
Muhammad s.a.w paling minima 100 X sebelum tidur, Ini merupakan satu
pelaburan yang mudah dan murah. Disamping dosa-dosa diampunkan, otak
tenang, murah rezeki, orang sayangkan kita dan mencetuskan semua
perkara kebaikan.
- Solat taubat - Selain daripada memohon keampunan, dapat mencuci hati dan menenangkan minda.
- Membaca
Al-Quran - Selain dapat mencuci hati juga menenangkan jiwa,
penyembuh, penenang, terapi. Sekurang-kurangnya bacalah "Qulhu-allah"
sebanyak 3X.
- Berma'af-ma'afan sesama kawan setiap hari - Semasa meminta maaf perlu sebutkan.
- Bisikan
kepada diri perkara yang positif - Jangan sesekali mengkritik, kutuk
diri sendiri, merendah-rendahkan kebolehan diri sendiri. katakan lah
"Aku sebenarnya......(perkara yang elok-elok belaka)
- Program
minda/cuci minda - Paling baik pada waktu malam sebelum tidur, senyum,
pejam mata, katakan di dalam hati "Ya, Allah cuci otak aku, cuci
hatiku, esok aku nak jadi baik, berjaya, ceria, bersemangat, aktif,
positif". Menurut kajian saikologi, apa yang disebut sebelum tidur dapat
dirakamkan sepanjang tidur sehingga keesokan harinya - CUBALAH!!
- Berpuasa - Sekiranya dalam berpuasa terhindar dari melakukan perkara-perkara kejahatan.
- Cuba
ingat tentang mati (Sekiranya hendak melakukan sesuatu kejahatan,
tidak sampai hati kerana bimbang akan mati bila-bila masa)
- Kekalkan wuduk
- Bersedekah
- Belanja orang makan.
- Jaga makanan - jangan makan makanan yang subhat
- Berkawan dengan ulama
- Berkawan dengan orang miskin (menginsafi)
- Pesan pada orang, jadi baik
- Menjaga pacaindera (mata, telinga, mulut...dsb), jangan dengar orang mengumpat
Sunday, 21 April 2013
~USAH RISAU JIKA DIRI BELUM B'PUNYA~
~USAH RISAU JIKA DIRI BELUM B'PUNYA~
Mungkin Allah ingin bagi ketenangan dulu buat anda untuk terus melangkah menggapai cita.
Resah,Gelisah,Seraut
wajah termenung jauh. "Orang lain semua dah kahwin,tinggal aku sorang
saja". Sekeping hati bermonolog. Monolog itu disusuli tujahan
prasangka. "Aku x cantik ke?" "Aku kurang bergaya ke?" "Ataupun pasal
gaji aku tak seberapa?" "Aku tak pandai meng'ayat' agaknya".
Mungkin
begitulah kerisauan yang memberat di minda muda mudi yang belum
berpunya. Rasa rendah diru, stress dan gejolak rasa ingin memiliki
membuatkan mereka berusaha memenangi hati dan memiliki seseorang tanpa
mengenal batas halal dan haram. Yang penting,dapat.
Pilu
hati ini melihat remaja yang merana kerana cinta. Pilu kerana walaupun
mereka sudah merasai peritnya penangan cinta dusta, mereka masih tak
mampu mengarah diri mencari cinta hakiki. Tidak serik-serik lagi.Diri
diperhamba menagih cinta sementara hingga berkonflik dengan Pencipta
cinta. Semua batasan-Nya diredah segala. Tak kenal dosa pahala.
Oh, remaja!
Cinta
sebelum kahwin itu hanya menjerumus ke lembah dosa dan zina. Jika
mampu bertahan ke jinjang pelamin sekalipun, percayalah bahawa rumah
tangga itu takkan berkat.Apa tidaknya, asasnya dibina daripada dosa dan
maksiat.
Mana mungkin dapat menegakkan
tiang taqwa yang utuh kecuali dinaik taraf dengan taubat. Rumah tangga
akan menjadi tawar dan hambar. Semuanya dah dirasa dan terbiasa,nak
rasa nikmatnya apa lagi? Anak-anak menjadi mangsa. Terimalah ia sebagai
hukuman di dunia.Amat pedih. Namun,terlalu sedikit berbanding pedihnya
hukuman abadi di negeri sana.
Ku hembus nasihat ini kepadamu hai
remaja tanda sayangku tak terhingga. Bagi para gadis yang belum
berpunya,andalah pilihan-pilihan Allah untuk masih mekar terpelihara
sehingga tiba pula giliran anda mendapat seruan, yakinlah.
Jangan
risau jika masih belum berpunya kerana mungkin Allah ingin bagi
ketenangan dulu buat anda untuk terus melangkah menggapai cita-cita.
Usah peningkan kepala. Dia menguji anda sedikit masa lagi.
Begitu
juga buat pemuda yang belum berpunya, " first thing first". Utamakan
yang lebih penting daripada apa yang penting. Kenali prioriti anda
sekarang.Jika memang dah sampai saat nak memiliki,tabahlah dan teruskan
berusaha. Ingat, pastikan waktu nak berusaha tu anda memang dah
betul-betul mampu dan bersedia.
Memiliki seorang isteri solehah
ibarat memiliki dunia dan seisinya. Sudah tentu jalan untuk mendapatkan
sesuatu yang istimewa amat berliku dan banyak cabaran.Jangan putus
asa. Rasa mulialah dengan usaha yang dicurahkan walaupun pinangan
pernah ditolak. Usah rasa malu dan terhina kerana Allah menilai setiap
usaha selagi berjalan di landasan-Nya. Teruskan berusaha!
Ingat,
usaha yang Allah redha sahaja. Bagaimana? Dengan sms siang malam? Atau
bergayut di telefon memanjang? Atau ajak keluar, belanja makan?
Begitukah?
Berusahalah menyediakan diri dan pikatlah ibu bapanya
terlebih dahulu, itu tips memikat wanita solehah dan beriman.
Sebaik-baiknya gunakan orang perantaraan untuk lebih menjaga warak dan
iman.Seringkali, seseorang mencari kekasih ibarat dia mendaki
gunung yang tinggi.Pepohon berduri sanggup di redah, curam dan jurang
sabar ditempuh. Namun,apabila dia memilikinya, di dapati insan yang
dikejar itu dedaunan kering cuma. Begitulah perumpamaan sia-sianya
usaha yang tak disalur dengan suluhan petunjuk al-Quran dan Sunnah.
Beringatlah,
urusan jodoh tak ke mana. Sudah sedia tercatat seungkap nama di Loh
Mahfuz untuk kita. Ianya urusan yang pasti. Apa yang tak pasti,sama ada
kita mendapatkannya cara mulia atau sebaliknya. Wallahu'alam.
Hargai seseorang
Hargai seseorang
Lelaki: awak.. dah bangun?
Lelaki: awak.. dah bangun?
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak.. jangan lupa sarapan yer..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak..saya nak pergi kerja ni..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak, saya dah balik..penat nak tidur jap..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak buat apa tu awak? jaga diri yer..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak, walaupun awak diam, saya tetap kan selalu sms awak..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak.. saya rindu awak..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak..saya betul rindu awak
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak, tengah buat ape tu? jangan lupa makan taw!
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak..saya sakit..sakit rindu..hehe..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak, hari ni saya ada hal skt, nak g hospital..
Gadis: awak sakit ape?
Lelaki: eh eh..awak..saya tak sakit..saya saja jer..hehe, rindu sms dari awak..
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak..merajuk lagi yer?
Gadis: (ignore)
Lelaki: awak..kalau esok saya dah takde, maafkan segala kesalahan saya
pada awak taw. saya pun maafkan kesalahan awak juga.. saya harap awak
pandai jaga diri..
Gadis: (ignore)
Selepas sms terakhir itu,
si gadis tidak lagi menerima sms dari kekasihnya itu..
kerana merasa bersalah si gadis pun sms kekasihnya itu..
Gadis: yer..awak jangan risau kan saya, tahu lah saya jaga diri..awak tengah buat ape tu?
tibe2..
[Adek] kepada lelaki: Abang saya dah meninggal..jangan sms kat NO ni lagi.
# Hargai s'sorang yang ambil berat kat kita , cintai dia seadanya..kerana bila dah tiada menyesal pun tdk berguna.
kata2 BeSt dlm kAd KaHwEn =')
kata2 BeSt dlm kAd KaHwEn =')
Dalam ekspedisi pungah memunggah barang2 kat umah aku.hari
tuh..terjumpalah kad kahwin sape ntah..maybe kawan mak aku punye anak
kot..mmg cantik dan kreatif kad kahwin tuh ala2 penanda buku
gitu..comey..x sempat nak tngkp gmbr laa utk post kat sini hehe..yg
paling aku suke sekali dlm kad kahwin berkenaan adalah kata2 yang
terpapar dlm kad berkenaan iaitu:-
“Tidak perLu meNcaRi teMaN secaNtik BaLQis,
anDai diRi tak seHebat SuLaiMan,
meNgaPa mengHarapKan teMan setaMpaN YuSoF
jiKa kaSih tak sEtuLuS ZuLaikHa,
taK perLu meNghaRapkan teMan seteGuH iBraHim,
anDai diRi taK seKuat Siti HajaR,
daN menGapa didamBakaN teMan Hidup baK Siti KhadiJaH,
kaLaU diRi tak seSEmpuRna RasuLuLLaH S.A.W..
BimbiNgLah diRinYa dan teRimaLah kekuRangan itU
sebaGai keUnikan,
caRiLah keBaikan pada diRinya
dan BerSyukurLah keRana dipeRtemUkan denGannya,
tEtapLah BerDoa pada TuHan aGar diRi aKan teRus
meNjadi miLikMu…………..”
Bestkan ayat2 kat atas nih..mantop..hehehe
Sekarang nih mcm2 jenis kad yg ada..lebih cantik,lebih kreatif gitu..dan kata2 lebih menarik ... =)
HiKmaH Di SeBaLik SaLaM..
HiKmaH Di SeBaLik SaLaM..
SaLah satu kelebihan Umat IsLam ialah mengucapkan 1 saLam yg sama
tak mengira bangsa atau apa jua bahasa pertuturan. Sememangnya kita
digalakkan menyebarkan salam sesame Umat dan sesungguhnya banyak rahmat
yang tersembunyi disebaLik SaLaM..
HikMaH Di SebaLik SaLaM..
1. MenaMBah KebeRkataN daLaM HidUp..
2. MeRaPat daN MengeRatKaN laGi SiLatuLraHim SesaMa UmmaH..
3. AkaN teRhaPus DoSa-dosA keCiL ketiKa BeRsaLaMan..
4. AkaN DikuRniaKan oleh ALLAH, ganJaRaN PaHaLa..
5. OraNg yaNg MenGhuLuR SaLam meNdaPat 9 GaNjaRan berBaNding OraNg yang MenyamButNya..
6. AkaN diMahkotakaN oleh ALLAH di PadaNg MasyHaR keLak….
NaMun haRus diiNgat!! jaNgan PuLa BeRsaLaMan taNgan antaRa LeLaki daN PeReMpuaN yaNg buKaN MuhRiM...
Rasulullah dalam mengenangmu
Kami susuri lembaran sirahmu
Pahit getir perjuanganmu
Membawa cahaya kebenaran
Engkau taburkan pengorbananmu
Untuk umat mu yang tercinta
Biar terpaksa tempuh derita
Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya
Tak terjangkau tinggi pekertimu
Tidak tergambar indahnya akhlak mu
Tidak terbalas segala jasa mu
Sesungguhnya engkau rasul mulia
Tabahnya hatimu menempuh dugaan
Mengajar erti kesabaran
Menjulang panji kemenangan
Terukir nama mu di dalam Al Quran
Rasulullah kami ummatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami cuba mengingatimu
Dan kami cuba mengamalsunnah mu
Kami sambung perjuanganmu
Walau kami dicaci dihina
Tapi kami tak pernah kecewa
Allah dan rasul sebagai pembela
WANITA SEJATI =)
Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Abi, ceritakan padaku tentang wanita sejati." Si ayah pun menoleh kemudian tersenyum.
Anakku, seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya melainkan dari kecantikan hat
i yang ada dibaliknya.
Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona melainkan dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan melainkan dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu.
Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya melainkan dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa melainkan dari bagaimana cara ia berbicara.
Si ayah diam sejenak sambil melihat ke arah puterinya.
"Lantas apa lagi abi?" sahut puterinya.
Ketahuilah puteriku…
Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian melainkan sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Wanita sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di jalan melainkan kekhuwatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani melainkan sejauh mana ia menghadapia ujian itu dengan penuh rasa syukur dan ingatlah!
Wanita sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul melainkan sejauh mana ia boleh menjaga kehormatannya dalam bergaul.
Setelah itu si anak kembali bertanya...
"Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"
Si ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "teladanilah mereka!" Si anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "Isteri-Isteri Rasulullah".
Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Abi, ceritakan padaku tentang wanita sejati." Si ayah pun menoleh kemudian tersenyum.
Anakku, seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya melainkan dari kecantikan hat
i yang ada dibaliknya.
Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona melainkan dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan melainkan dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu.
Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya melainkan dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa melainkan dari bagaimana cara ia berbicara.
Si ayah diam sejenak sambil melihat ke arah puterinya.
"Lantas apa lagi abi?" sahut puterinya.
Ketahuilah puteriku…
Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian melainkan sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Wanita sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di jalan melainkan kekhuwatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani melainkan sejauh mana ia menghadapia ujian itu dengan penuh rasa syukur dan ingatlah!
Wanita sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul melainkan sejauh mana ia boleh menjaga kehormatannya dalam bergaul.
Setelah itu si anak kembali bertanya...
"Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"
Si ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "teladanilah mereka!" Si anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "Isteri-Isteri Rasulullah".
ADAB MENUNTUT ILMU
1.Ikhlas
2.Beradab dengan orang yang memberi ilmu
3.Banyak Sabar
4. Tulis setiap yang dipelajari
5.Tawadhu'
6.Menjahui dari makan banyak
7.Tidur yang sedikit
8.Kurangkan berkata-kata yang tidak menfaat
1.Ikhlas
Menuntut ilmu tidaklah
untuk lulus dalam perperiksaaan, untuk bergaji tinggi, untuk dikatakan
orang yang bijak pandai atau lain2 niat melainkan hanya kerana Allah
SWT.
Daripada Ibn Umar RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
"Sesiapa
yang menuntut ilmu kerana selain daripada Allah SWT ataupun menghendaki
menuntut ilmu selain daripada kerana Allah SWT, maka disediakan tempat
duduknya daripada neraka." [HR Tarmizi]
Berkata Imam Syafie :
"Siapa
yang ingin dibuka hatinya oleh Allah, maka hendaklah ia bersunyi diri,
sedikit makan, menjauhi daripada bergaul dengan orang yang bodoh, dan
membenci orang yang tidak berlaku adil dan tidak beradab daripada
kalangan mereka yang berilmu" [Syarah Mazhab, jilid 1, m/s 31]
Imam Syafie pernah berkata:
"Tidak diperolehi ilmu kecuali dengan bersabar atas kesengsaraan." [Kitab Muntalaqat Talib al Ilmi, m/s: 237]
Kata Abu Hurairah ra:
"Tidak
ada seorangpun daripada sahabat Rasulullah SAW yang paling banyak
meriwayatkan hadis kecuali Abdullah bin Amr bin al Asr, maka
sesungguhnya dia telah menulis dan aku tidak menulis" [HR Ahmad dan
Baihaqi]
Imam Ahmad bin Hambal berkata:
"Kami
disuruh supaya tawadhu' (rendah diri) kepada siapa yang kami pelajari
ilmu daripadanya." [Kitab Muntalaqat Talib al Ilmi, m/s 274]
Ibn Jama'ah berkata:
"Sebesar-besar
perkara yang menolong seorang penuntut ilmu dengan kefahaman dan tidak
rasa jemu adalah makan sekadarnya daripada makan yang halal." [Kitab
Fadhlu al Ilmi m/s 222]
Firman Allah SWT yang bermaksud:
"Sesungguhnya
orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (syurga) dan mata
air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka.
Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang
berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan pada akhir
malam mereka meminta ampun (kepada Allah SWT)." [Az Zariyat 51 : 15 –
18]
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
"Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka bercakaplah dengan perkataan yang baik ataupun diam."
13 perkara yang wanita solehah perlu jaga =]
1. Bulu kening.
Menurut Bukhari, Rasullulah
s.a.w. melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau
meminta supaya dicukurkan bulu kening – Petikan dari Hadis Riwayat Abu
Daud Fi Fathil Bari.
2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng.
Dan
janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya)
agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – Petikan dari Surah
An-Nur Ayat 31.
Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan
atau melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka
yang mengikatnya dengan loceng, sama juga seperti pelacur di zaman
jahiliyah.
3. Wangian
Siapa sahaja wanita yang memakai
wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium
baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata
ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong kapal, kata orang
sekarang hidong belang – Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn
Khuzaimah dan Hibban.
4. Dada.
Hendaklah mereka
(perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan
dada-dada mereka – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.
5. Gigi.
Rasullulah
s.a.w. melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya
dikikirkan giginya – Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani, Dilaknat
perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah
ciptaan Allah s.w.t. – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
6. Muka dan leher.
Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu seperti orang jahilliah yang dahulu.
Keterangan
: Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan
tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.
7. Muka dan Tangan.
Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah s.a.w. dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah s.a.w:
“Wahai
Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya
menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja,” –
Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.
8. Tangan.
Sesungguhnya
kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum
yang bukan sejenis yang tidak halal baginya – Petikan dari Hadis Riwayat
At Tabrani dan Baihaqi.
9. Mata.
Dan katakanlah
kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari
pemandangannya – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.
Sabda Nabi Muhamad s.a.w;
“Jangan
sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya
boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak
dibenarkan hukumnya haram,” – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud
dan Tirmidzi.
10. Mulut (suara).
Janganlah
perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga
berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi
ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik – Petikan dari Surah Al Ahzab
Ayat 32.
Sabda Rasulullah s.a.w;
“Sesungguhnya akan ada
umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu
kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi
perempuan, maka Allah SWT. akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi,” –
Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.
11. Kemaluan.
Dan
katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka
menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka – Petikan
dari Surah An Nur Ayat 31.
Apabila seorang perempuan itu solat
lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan menta'ati
suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia
kehendakinya – Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.
Tiada seorang
perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan
dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah SWT. – Petikan dari
Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.
12. Pakaian.
Barangsiapa
memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata ,
maka Allah s.w.t. akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti
– Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu D , An Nasaii dan Ibn Majah.
Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud:
“Hai
nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju
labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali.
Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha
penyayang.
Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah
perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada
maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak
akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya,” – Petikan dari Hadis
Riwayat Bukhari dan Muslim.
Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
13. Rambut.
“Wahai
anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung
rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di
dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang
bukan mahramnya,” – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
Menurut Bukhari, Rasullulah
s.a.w. melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau
meminta supaya dicukurkan bulu kening – Petikan dari Hadis Riwayat Abu
Daud Fi Fathil Bari.
2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng.
Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.
Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan atau melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng, sama juga seperti pelacur di zaman jahiliyah.
3. Wangian
Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong kapal, kata orang sekarang hidong belang – Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.
4. Dada.
Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.
5. Gigi.
Rasullulah s.a.w. melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani, Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah s.w.t. – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
6. Muka dan leher.
Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu seperti orang jahilliah yang dahulu.
Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.
7. Muka dan Tangan.
Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah s.a.w. dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah s.a.w:
“Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja,” – Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.
8. Tangan.
Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya – Petikan dari Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.
9. Mata.
Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.
Sabda Nabi Muhamad s.a.w;
“Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram,” – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.
10. Mulut (suara).
Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik – Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.
Sabda Rasulullah s.a.w;
“Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah SWT. akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi,” – Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.
11. Kemaluan.
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.
Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan menta'ati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya – Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.
Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah SWT. – Petikan dari Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.
12. Pakaian.
Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah s.w.t. akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu D , An Nasaii dan Ibn Majah.
Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud:
“Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya,” – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
13. Rambut.
“Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya,” – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng.
Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.
Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan atau melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng, sama juga seperti pelacur di zaman jahiliyah.
3. Wangian
Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong kapal, kata orang sekarang hidong belang – Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.
4. Dada.
Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka – Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.
5. Gigi.
Rasullulah s.a.w. melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani, Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah s.w.t. – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
6. Muka dan leher.
Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu seperti orang jahilliah yang dahulu.
Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.
7. Muka dan Tangan.
Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah s.a.w. dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah s.a.w:
“Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja,” – Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.
8. Tangan.
Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya – Petikan dari Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.
9. Mata.
Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.
Sabda Nabi Muhamad s.a.w;
“Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram,” – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.
10. Mulut (suara).
Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik – Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.
Sabda Rasulullah s.a.w;
“Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah SWT. akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi,” – Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.
11. Kemaluan.
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka – Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.
Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan menta'ati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya – Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.
Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah SWT. – Petikan dari Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.
12. Pakaian.
Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah s.w.t. akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti – Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu D , An Nasaii dan Ibn Majah.
Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud:
“Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya,” – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
13. Rambut.
“Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya,” – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
JANGAN TAKUT UNTUK MELEPASKAN SESEORANG
Kita punya hak untuk mencintai seseorang.
Kita juga punya hak untuk dicintai seseorang.
Akan tetapi...
Merasa telah memiliki seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi itu bukanlah hak kita.
Merasa telah bisa berbuat apapun terhadap seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi itu bukanlah hak kita juga.
Tak perlu takut melepaskan sesuatu yang belum berhak untuk kita miliki.
Jangan pernah ragu untuk melepaskan seseorang yang belum berhak untuk kita miliki.
Karena jika Allah memang mentakdirkan dia untuk kita miliki.
Cepat ataupun lambat dia akan pasti kembali menjadi milik kita.
Sebaliknya...
Jika Allah memang mentakdirkan dia bukan untuk kita milki.
Maka yakinlah Allah akan memberikan kita pengganti yang lebih baik.
Lebih baik menjaga kehormatan seseorang yang kita sayangi.
Daripada menistakan seseorang yang kita sayangi.
Karena sesungguhnya...
Cinta sejati itu bukanlah bagaimana cara kita untuk memiliki seseorang yang kita sayangi.
Akan tetapi bagaimana cara kita membahagiakan dan menjaga kehormatan serta memuliakannya.
Perihal Sirat Mustaqim
Perjalanan semua manusia di atas Sirat Mustaqim adalah berbagai diantaranya ialah :
1) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas kilat.
2) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti tiupan angin.
3) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti burung terbang.
4) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti kelajuan kuda lumba.
5) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas lelaki perkasa.
6) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas binatang peliharaan.
7) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat dalam tempoh sehari semalam.
8) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama satu bulan.
9) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama bertahun-tahun.
10) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama 25 ribu tahun.
semua kiraan masa adalah mengikut kiraan masa dunia.
DIANTARA TIPS UNTUK MELEPASI TITIAN SYIRAT AL-MUSTAQIM
Dalam sebuah hadith panjang riwayat Imam Muslim daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud
“Dan diletakkan sebuah jambatan di atas neraka jahannam, lalu aku dan umatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Rasul-rasul berdoa pada hari itu : ‘Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.’ Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pokok Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pokok Sa’dan?” Para sahabat menjawab, “pernah, wahai Rasulullah.”
Baginda melanjutkan : “Sesungguhnya pengait itu seperti duri poko Sa’dan, namun hanya ALLAH yang tahu besarnya. Maka ramai manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.”
Suasana pada saat itu pastinya mengerikan. Suara teriakan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirat yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah s.a.w. dan nabi-nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia,
“Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.”
Setiap muslim wajib menjadikan kepercayaan kepada perkara ini sebagai aqidahnya. Berkenaan dengan sifat titian ini, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda mafhumnya : “Ia ialah sebuah jalan yang sangat licin, kaki sulit sekali berdiri di atasnya.” (Riwayat Imam Muslim daripada Abu Said Al-Khudri)
Dalam hadith Ahmad daripada Aisyah r.h.a., Rasulullah s.a.w. menyifatkan bahawa sifat titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang.
Sirat di akhirat ini wujud hasil daripada titian (jalan) hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Oleh sebab itu, siapa yang memilih jalan ALLAH, sambil bepegang teguh dengan syariat Islam, maka sirat di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke syurga idaman.
Sebaliknya, siapa yang enggan melalui jalan ALLAH ini, lalu memilih jalan hidup yang bebas daripada aturan halal-haram, maka hari itu sirat yang akan dilaluinya menjadi sangat sempit dan sukar dilalui. Golongan ini akan tergelincir dari titian lalu jatuh melayang-layang ke dalam neraka jahannam selama-lamanya.
Imam Abu Tahir al-Qazwini berkata : Setiap orang yang biasa berjalan di titian agama, maka ia akan sangat mudah melintasi sirat di akhirat. Dan sesiapa yang tidak biasa melaluinya, maka ia akan menemui kesulitan berjalan di atasnya, kakinya akan tergelincir dan ia akan menyesal selama-lamanya.”
Jadi di sini, disertakan tips dan pantang larat sirat
Rasulullah s.a.w. pernah menyebut beberapa amalan yang dapat menjamin keselamatan seseorang melintas di atas sirat. Antaranya adalah :
~Banyakkan bersedekah
~Melazimkan diri hadir ke masjid
Sebaliknya, beberapa amalan buruk dapat merencatkan kelancaran perjalanan seseorang di atas titian sirat. Amalan itu antara lain ialah :
1) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas kilat.
2) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti tiupan angin.
3) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti burung terbang.
4) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti kelajuan kuda lumba.
5) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas lelaki perkasa.
6) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas binatang peliharaan.
7) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat dalam tempoh sehari semalam.
8) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama satu bulan.
9) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama bertahun-tahun.
10) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama 25 ribu tahun.
semua kiraan masa adalah mengikut kiraan masa dunia.
DIANTARA TIPS UNTUK MELEPASI TITIAN SYIRAT AL-MUSTAQIM
Dalam sebuah hadith panjang riwayat Imam Muslim daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud
“Dan diletakkan sebuah jambatan di atas neraka jahannam, lalu aku dan umatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Rasul-rasul berdoa pada hari itu : ‘Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.’ Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pokok Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pokok Sa’dan?” Para sahabat menjawab, “pernah, wahai Rasulullah.”
Baginda melanjutkan : “Sesungguhnya pengait itu seperti duri poko Sa’dan, namun hanya ALLAH yang tahu besarnya. Maka ramai manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.”
Suasana pada saat itu pastinya mengerikan. Suara teriakan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirat yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah s.a.w. dan nabi-nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia,
“Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.”
Setiap muslim wajib menjadikan kepercayaan kepada perkara ini sebagai aqidahnya. Berkenaan dengan sifat titian ini, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda mafhumnya : “Ia ialah sebuah jalan yang sangat licin, kaki sulit sekali berdiri di atasnya.” (Riwayat Imam Muslim daripada Abu Said Al-Khudri)
Dalam hadith Ahmad daripada Aisyah r.h.a., Rasulullah s.a.w. menyifatkan bahawa sifat titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang.
Sirat di akhirat ini wujud hasil daripada titian (jalan) hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Oleh sebab itu, siapa yang memilih jalan ALLAH, sambil bepegang teguh dengan syariat Islam, maka sirat di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke syurga idaman.
Sebaliknya, siapa yang enggan melalui jalan ALLAH ini, lalu memilih jalan hidup yang bebas daripada aturan halal-haram, maka hari itu sirat yang akan dilaluinya menjadi sangat sempit dan sukar dilalui. Golongan ini akan tergelincir dari titian lalu jatuh melayang-layang ke dalam neraka jahannam selama-lamanya.
Imam Abu Tahir al-Qazwini berkata : Setiap orang yang biasa berjalan di titian agama, maka ia akan sangat mudah melintasi sirat di akhirat. Dan sesiapa yang tidak biasa melaluinya, maka ia akan menemui kesulitan berjalan di atasnya, kakinya akan tergelincir dan ia akan menyesal selama-lamanya.”
Jadi di sini, disertakan tips dan pantang larat sirat
Rasulullah s.a.w. pernah menyebut beberapa amalan yang dapat menjamin keselamatan seseorang melintas di atas sirat. Antaranya adalah :
~Banyakkan bersedekah
~Melazimkan diri hadir ke masjid
Sebaliknya, beberapa amalan buruk dapat merencatkan kelancaran perjalanan seseorang di atas titian sirat. Amalan itu antara lain ialah :
Membuat tuduhan dusta kepada seorang Mukmin.
Abu Daud meriwayatkan daripada Muaz bin Anas al-Juhani, sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud :
“Sesiapa yang menjaga seorang Mukmin daripada gangguan munafik, maka ALLAH akan mengutus seorang malaikat untuk menjaga tubuhnya daripada api neraka jahannam, dan sesiapa yang membuat tuduhan (dusta) kepada seorang Mukmin untuk memburukkan namanya, maka ALLAH akan menghentikan langkahnya di atas sirat hingga ia bersedia melepaskan tuduhan tersebut.”
*Termasuk membuat tuduhan dusta ialah menyokong tuduhan tersebut dan menyebarkannya dalam kalangan masyarakat untuk merosakkan nama baik atau reputasi orang yang dituduh. Justeru, berhati-hatilah dalam menapis tiap berita dan cerita yang kita terima. Lebih-lebih lagi bila berkaitan dengan dosa seperti zina dan liwat. Kita memohon agar ALLAH membersihkan umat kita daripada sikap-sikap yang tidak sihat ini.
Assalamaualaikum...
>> Bila mak kata dia teringat , kita jawab kita sibuk sangat .
>> Bila ayah kata dia rindu , kita jawab nantilah hujung minggu .
>> Bila mak minta kita pulang , kita jawab kita belum lapang .
>> Bila ayah minta kita singgah , kita jawab kerja kita belum selesai .
>> Bila hati kita terguris , kita kata “ Mak memang tak pernah faham ”.
>> Bila hati kita terhiris , kita kata “ Ayah memang tak ambil kisah ”.
Tetapi ......................
>> Bila hati mak kita terguris , mak kata “ Tak apa , dia masih muda ”.
>> Bila hati ayah kita terhiris , ayah kata “ Tak apa , belum sampai akalnya ”.
>> Bila kita menagis tanda lapar , mak berlari bagai hilang kaki .
>> Bila kita merintih tanda derita , ayah bersengkang mata bagaikan tiada lena .
>> Bila kita sedih kerana gagal, mak setia membekalkan cekal .
>> Bila kita pilu kerana kecewa , ayah teguh berkata dia tetap bangga .
#Hargailah
kedua-dua ibu bapa kita selagi mereka masih hidup di dunia ini . Anak
yang soleh sentiasa mendoakan dan mengingatkan ibu bapanya .
Sesungguhnya anugerah yang paling berharga di dunia ini adalah kedua-dua
ibu bapa .
TIDAKKAH ANDA RASAKAN SESUATU SELEPAS MEMBACA KATA-KATA INI ??
Tetapi ......................
>> Bila hati mak kita terguris , mak kata “ Tak apa , dia masih muda ”.
>> Bila hati ayah kita terhiris , ayah kata “ Tak apa , belum sampai akalnya ”.
>> Bila kita menagis tanda lapar , mak berlari bagai hilang kaki .
>> Bila kita merintih tanda derita , ayah bersengkang mata bagaikan tiada lena .
>> Bila kita sedih kerana gagal, mak setia membekalkan cekal .
>> Bila kita pilu kerana kecewa , ayah teguh berkata dia tetap bangga .
#Hargailah kedua-dua ibu bapa kita selagi mereka masih hidup di dunia ini . Anak yang soleh sentiasa mendoakan dan mengingatkan ibu bapanya . Sesungguhnya anugerah yang paling berharga di dunia ini adalah kedua-dua ibu bapa .
TIDAKKAH ANDA RASAKAN SESUATU SELEPAS MEMBACA KATA-KATA INI ??
Thursday, 21 February 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)














.jpg)